News Details
  • 22 Mei 2019

6 Keuntungan Geomembrane KTG Untuk Aplikasi Kolam Bundar

Malang– Dunia pertambakan menjadi salah satu bidang usaha Akuakultur yang cukup diminati oleh banyak kalangan di Indonesia. komoditi yang dihasilkanpun beranekaragam di setiap daerahnya. Secara konvensional, tambak dibuat dengan mengeruk tanah dan harus menggunakan lahan yang relatif cukup luas dan biaya yang tidak sedikit. Tetapi, saat ini sudah banyak cara yang memungkinkan masyarakat untuk bertambak di lahan yang relatif lebih sempit dengan biaya yang lebih terjangkau untuk banyak kalangan yang ingin memulai usaha di bidang akuakultur, salah satunya dengan menggunakan sistem kolam bundar.

  Kolam bundar adalah kolam diatas tanah yang rangkanya dibentuk menggunakan besi Wire-mesh dan plastik sebagai alas pelindungnya. Komoditi yang umum dibudidayakan dengan memanfaatkan kolam bundar sebagai media bertambak adalah ikan dan udang. Saat ini, banyak pengguna kolam bundar yang menggunakan Terpal sebagai alas kolam bundar mereka, padahal penggunaan Terpal sangat beresiko terhadap kualitas komoditi tambak yang sedang dibudidayakan sehingga pengalihan penggunaan dari terpal ke Geomembrane menjadi salah satu solusi terbaik yang ada. PT Kencana Tiara Gemilang (KTG) memberikan solusi tersebut dengan Geomembrane produksinya yang memiliki jaminan kualitas dan sertifikat standar Internasional untuk kolam bundar yang lebih aman dan awet. Berikut ini merupakan keuntungan menggunakan Geomembrane KTG untuk aplikasi kolam bundar :


1. Lapisan Yang Tidak Mudah Terkelupas

Geomembrane KTG memiiliki permukaan yang halus dan tidak dilapisi oleh laminasi, ini membuat tidak ada bagian permukaan dari Geomembrane KTG yang terkelupas saat digunakan dalam kolam bundar, sehingga kualitas air dan komoditi yang sedang dibudidayakan akan aman dari pencemaran. Berbeda saat menggunakan terpal yang memiliki lapisan laminasi, dalam jangka waktu tertentu lapisan laminasi tersebut akan bisa terkelupas dan menimbulkan serpihan dalam kolam bundar. Serpihan yang terkelupas tersebut akan mencemari air dalam kolam bundar dan akan membahayakan komoditi yang sedang dibudidayakan di dalam kolam bundar tersebut. Dan jika serpihan tersebut dikonsumsi oleh ikan atau udang, akan sangat berbahaya jika sampai terkonsumsi lagi oleh manusia.

2. Usia Produk Yang Lebih Tahan Lama

Karena memiliki keunggulan kualitas yang terjamin dengan sertifikat standar Internasional, Geomembrane KTG memiliki ketahanan usia produk hingga lebih dari 10 tahun masa pemakaian, berbeda dengan terpal yang masa pemakaiannya sangat pendek. Ini akan berimbas pada biaya oprasional yang dikeluarkan akan lebih banyak saat menggunakan terpal pada kolam bundar.

3. Terhindar Dari Resiko Kebocoran

Karena Geomembrane KTG yang terbuat dari bahan plastik yang murni, membuat kualitas dan kekuatan yang dihasilkanpun terjaga. Kekuatan yang menjadi salah satu unggulan, membuat Geomembrane KTG kedap terhadap air sehingga kolam bundar akan terhindar dari kebocoran. Terpal yang memiliki berbentuk anyaman akan membuat resiko kebocoran menjadi tinggi, selain membahayakan komoditi yang sedang dibudidayakan, resiko kebocoran yang tinggi akan berdampak pada penambak yang akan mengeluarkan tenaga dan biaya lebih dalam proses perawatan kolam bundar.

4. Ketahanan Produk Terhadap Temperatur

Musuh utama dari plastik adalah panas dan temperatur yang berubah-ubah secara ekstrim. KTG telah melakukan berbagai uji lab dan lapang dengan sertifikat standar Internasional terhadap setiap Geomembrane yang diproduksi. Geomembrane KTG juga diaplikasikan pada bidang usaha akuakultur dengan skala yang lebih besar seperti tambak udang. Djunaedi merupakan salahsatu pengelola tambak udang di Pasuruan yang sudah menggunakan Geomembrane KTG selama 3 tahun. Selama menggunakan Geomembrane KTG, Djunaedi tidak menemui hambatan yang berarti karena kualitas Geomembrane KTG yang sudah terbukti dapat tahan pada panas mataharidan sinar UV, Geomembrane KTG juga tahan terhadap perubahan tempratur yang ekstrem. Dengan bukti ketahanan Geomembrane KTG pada bidang usaha akuakultur yang lebih besar, maka Geomembrane KTG juga akan cocok dan akan lebih tahan lama pada kolam bundar. Kualitas akan tetap terjaga dalam jangka waktu yang lebih lama dan tidak mudah lapuk dibandingkan kolam bundar yang menggunakan terpal, sehingga akan lebih menguntungkan petani karena menghemat biaya perawatan kolam bundar. 

5. Perawatan Kolam Yang Lebih Mudah

Karena permukaannya yang rata dan rapat, membuat Geomembrane KTG lebih mudah untuk proses perawatan khususnya saat membersihkan kolam bundar. Proses pembersihan Geomembrane KTG hanya perlu dengan disemprot dengan air lalu dikeringkan, proses pelepasan dan pemasangan Geomembrane KTG pada rangka kolam bundar pun juga sangat mudah. Berbeda saat kolam bundar menggunakan terpal sebagai media alasnya. Proses pembersihan terpal akan lebih sulit karena harus digosok pada permukaannya. Proses penggosokan tersebut juga beresiko menyebabkan rontoknya lapisan laminasi pada terpal. Rontoknya lapisan laminasi tersebut selain bisa mengurangi usia produk dan ketahanan dari terpal, juga akan berbahaya untuk komoditi yang sedang dibudidaya karena serpihan laminasi yang rontok tersebut bisa mencemari air yang ada di dalam kolam bundar yang berimbas pada kualitas komoditi di dalamnya.

6. Biaya Yang Lebih Murah

Bila dilihat sekilas, biaya pembuatan kolam bundar dengan Geomembrane KTG akan lebih mahal dibandingkan menggunakan terpal. Selain itu perawatan kolam bundar yang menggunakan Geomembrane KTG lebih mudah, sehingga akan mengurangi biaya dan tenaga perawatan kolam bundar. Geomembrane lebih menawarkan efisiensi dan efektivitas biaya dalam proses budidaya perikanan. Biaya kolam bundar geomembrane yang tinggi dengan masa pakai yang lebih panjang dibanding penggunaan terpal akan sangat menghemat pemakaian modal dan biaya dalam jangka waktu yang lama, minimal untuk 2 (dua) musim budidaya (berdasarkan informasi petambak ikan di Madura).


Dari penjelasan di atas, penggunaan penggunaan terpal pada media kolam bundar tidak berarti menjadi langkah yang salah, namun penggantian penggunaan terpal ke Geomembrane KTG akan menjadi langkah yang lebih baik karena akan banyak memberi keuntungan bagi petani dan petambak. Keuntungan yang di dapat tidak hanya dari segi efisiensi biaya operasional dan perawatan, tetapi juga tenaga yang di keluarkan akan lebih minim karena proses perawatan Geomembrane KTG pada kolam bundar lebih mudah, sehingga keuntungan omzet yang di dapatpun bisa ikut bertambah.

Jadi, sudah saatnya menggunakan geomembrane sebagai pelapis pada kolam bulat dibanding menggunakan terpal. Banyak sekali keunggulan dan kelebihan yang ditawarkan dari geomembrane. Jika Anda ingin mendapat hasil panen yang maksimal dan biaya operasional yang lebih rendah, tepat sekali jika Anda menggunakan geomembrane.

Berita

Terbaru

News

Konferensi Internasional tentang Sumberdaya Perairan yang Berkelanjutan

  • 28 Agustus 2019

Malang - Gelaran International Conference On Sustainable Aquatic Resources ( ICoSAR ) 2019 dilaksanakan ...

Baca Selengkapnya
News

Bangunan Prisma, Harapan Petani Rumput Laut atasi Musim Hujan

  • 5 April 2019

Pasuruan - Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki teritori laut yang cukup luas. Sebesar 2/3 ...

Baca Selengkapnya
News

Seminar Nasional Arsitektur Nusantara

  • 28 Oktober 2019

Seminar nasional Arsitektur Nusantara bagian dari acara 37 tahun INKINDO Jatim diselengggarakan ...

Baca Selengkapnya

Komentar

Berita