News Details
  • 9 Mei 2019

Ini Kelebihan Mulsa Hitam Perak Topi Gunung Yang Menguntungkan Petani

 Malang – Mengingat Indonesia memiliki julukan sebagai Negara Agraris, dunia pertanian tentunya sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak lama. Hampir di seluruh daerah di Indonesia memiliki daerah khusus pertanian, komoditas tanaman yang ditanampun bervariasi jenisnya dengan karakteristik yang berbeda pula. Karena kebutuhan yang menyangkut dunia pertanian di Indonesia sangat besar besar, teknologi yang berhubungan dengan dunia pertanian akhirnya juga ikut berkembang dengan cepat.

 Salah satu teknologi pertanian yang sudah lama digunakan oleh petani di Indonesia adalah mulsa. Mulsa adalah plastik penutup bedengan di lahan pertanian yang memiliki banyak fungsi terkait kesuburan lahan dan tanaman. Tujuan dari pemasangan mulsa diantaranya adalah menghambat pertumbuhan gulma, meningkatkan kelembapan tanah, menjaga nutrisi tanah dan masih banyak lagi manfaat yang didapatkan saat menggunakan mulsa di lahan pertanian. Dari sekian banyak jenis mulsa yang ada, Mulsa Hitam Perak adalah jenis mulsa yang paling umum digunakan oleh petani saat ini dan dari sekian banyak Mulsa Hitam Perak yang beredar, Mulsa Hitam Perak produksi PT Kencana Tiara Gemilang (KTG) dengan brand Topi Gunung memiliki keunggulan lebih karena inovasi dan kualitas yang terus dijaga.

 Keunggulan pertama adalah kekuatan dan keawetan yang dimiliki Mulsa Hitam Perak Topi Gunung. Dari kesaksian petani yang telah menggunakan Mulsa Hitam Perak Topi Gunung , pada saat proses pemasangan di lahan pertanian, tidak ditemukan mulsa yang robek pada saat penarikan. Hal tersebut karena Mulsa Hitam Perak Topi Gunung memiliki daya kelenturan yang lebih besar dari mulsa sejenis lainnya sehingga mulsa akan melar lebih panjang dan kualitas mulsa tetap terjaga. Selain itu, Mulsa Hitam Perak Topi Gunung juga tahan akan robekan pada saat terinjak dan akan tahan robekan dari rumput yang tumbuh di bawah mulsa, sehingga rumput tersebut akan mati karena tidak bisa berkembang. Banyak petani yang sudah merasakan keawetan Mulsa Hitam Perak Topi Gunung yang bisa digunakan hingga 2 kali musim panen. Suparno adalah petani asal Kecamatan Dau, Kabupaten Malang yang sudah merasakan keawetan Mulsa Hitam Perak Topi Gunung. Di lahan miliknya, Mulsa Hitam Perak Topi Gunung bisa bertahan hingga 2 kali musim panen di mana saat ia menggunakan merk lain, mulsa sudah mulai pecah sebelum masa panen tiba. Bahkan di lahan yang Suparno kerjakan, Mulsa Hitam Perak Topi Gunung tetap bertahan walaupun ia menerapkan sistem tumpang sari hingga 4 jenis tanaman.

 Keunggulan kedua adalah inovasi penanda jarak yang dimiliki Mulsa Hitam Perak Topi Gunung. Penanda jarak adalah inovasi yang dipelopori dan pertama kali diproduksi oleh KTG dalam bentuk satuan ukur berupa angka berjejer dengan jarak tiap angkanya sebesar 10cm dimulai dari angka 10 hingga 50 yang tertera di Mulsa Hitam Perak Topi Gunung. Fungsi dari inovasi ini adalah mempermudah kerja petani untuk menentukan jarak tanam dari tanaman di lahannya sehingga nantinya jarak antar tanaman akan konsisten, petanipun lebih efisien waktu, tenaga dan biaya karena tidak perlu mengukur jarak secara manual.

 Keunggulan ketiga yang terkait dengan inovasi yang terus dikembangkan oleh KTG adalah Mulsa Plong. Mulsa plong adalah Mulsa Hitam Perak Topi Gunung yang sudah memiliki lubang tanam. Lubang tersebut diperoleh menggunakan mesin khusus milik KTG sehingga tiap lubang akan lebih rapi dan presisi. Tujuan dari inovasi ini adalah meminimalisir pengeluaran petani. Dengan adanya inovasi Mulsa Plong ini akan mengurangi waktu, biaya dan tenaga yang dikeluarkan oleh petani karena tidak lagi melubangi mulsa secara manual. Selain itu Mulsa Plong juga bisa dipesan dengan ukuran dan jarak lubang sesuai keinginan dengan jumlah order tertentu.

 Keunggulan keempat adalah spesifikasi ukuran yang bervariasi dari Mulsa Hitam Perak Topi Gunung yang ditawarkan KTG untuk petani. Dengan banyaknya variasi spesifikasi ukuran yang ditawarkan KTG, petani akan dengan mudah untuk memilih Mulsa Hitam Perak Topi Gunung yang sesuai dengan kebutuhan di lahannya.

Berita

Terbaru

News

Bangunan Prisma, Harapan Petani Rumput Laut atasi Musim Hujan

  • 5 April 2019

Pasuruan - Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki teritori laut yang cukup luas. Sebesar 2/3 ...

Baca Selengkapnya
News

Sungkup Plastik, Solusi Murah Petani di Cuaca Ekstrim

  • 18 April 2019

Malang – Usaha dalam bidang pertanian sangat bergantung pada faktor cuaca yang ada. Lahan dan tanaman ...

Baca Selengkapnya
News

Kuliah Tamu-FPIK UB : "Pemanfaatan Teknologi Agroplastik Dalam Bidang Agrokompleks dan Kemaritim

  • 17 April 2018

Materi Kuliah Tamu-FPIK UB : "Pemanfaatan Teknologi Agroplastik Dalam Bidang Agrokompleks dan ...

Baca Selengkapnya

Komentar

Berita