News Details
  • 7 Mei 2019

Lebih Untung Gunakan Geomembrane Untuk Tambak Udang Vanamei

Pasuruan – Dari sekian banyak budidaya dibidang akuakultur di Indonesia, udang menjadi salah satu jenis budidaya akuakultur yang menjadi unggulan. Salah satu jenis udang yang menjadi komoditas andalan adalah udang Vanamei. Tahun 2006, Indonesia telah masuk jajaran 5 besar produsen udang Vanamei di Dunia dan pada tahun 2013 Indonesia telah menjadi produsen udang Vanamei kedua terbesar di Dunia. Meskipun berukuran lebih kecil, udang jenis ini relatif lebih tahan penyakit dibandiing jenis udang lainnya, udang Vanamei ini juga memiliki toleransi salinitas yang cukup besar yaitu 2 – 40 ppt sehingga mudah beradaptasi.

Berbudidaya udang Vanamei tidak lepas dari penggunaan tambak yang menjadi sarana wajib untuk tempat udang tersebut tumbuh. Terdapat beberapa jenis tambak yang digunakan oleh petambak udang di Indonesia, yang paling banyak digunakan adalah tambak beton dan tambak yang menggunakan terpal yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tambak beton sebagai tambak permanen akan lebih awet dalam penggunaannya tetapi memiliki biaya pembuatan dan perawatan yang lebih rumit dan mahal. Tambak yang menggunakan terpal tentu akan lebih mudah untuk pembuatannya, ukuran tambak yang digunakanpun lebih flexible sesuai kebutuhan, harga yang dikeluarkan untuk biaya operasional dan perawatan juga lebih murah dibanding tambak beton, namun rentan akan kebocoran karena terpal yang leih tipis dibandingkan beton. Untuk mengatasi masalah kebocoran pada terpal, Geomembrane menjadi solusi yang paling efektif. Kualitas Geomembrane yang lebih tebal dan kuat daripada terpal membuat tingkat kebocoran yang ditimbulkan akan sangat berkurang, itu membuat biaya yang dikeluarkan untuk perawatan tambak udang juga akan ikut berkurang dan udang yang berada di tambak budidaya akan terhindar dari kontaminasi zat yang masuk lewat kebocoran tambak.

PT Kencana Tiara Gemilang (KTG) sebagai salah satu produsen lokal Geomembrane dengan brand Geoprotec memilki standar dan kualitas Internasional di setiap Geomembrane produksinya. Selain itu, KTG telah membuktikan kualitas Geomembranenya di banyak pengaplikasian pada bidang akuakultur di Indonesia khususnya tambak udang. Salah satu penambak yang sudah cukup lama menambak udang Vanamei dengan tambak Geomembrane KTG adalah Djunaedi. Beliau merupakan salah satu pengelola tambak udang Vanamei yang menggunakan Geomembrane KTG yang berada di Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Djunaedi yang mengelola lebih dari 3 tambak udang Vanamei dan memiliki ukuran cukup luas ini telah menggunakan Geomembrane KTG selama 3 tahun. Selama menggunakan Geomembrane KTG, beliau belum pernah menemukan kendala berarti, hal tersebut karena kualitas plastik Geomembrane KTG yang kuat dan tahan lama dibandingkan dengan produk lainnya, sehingga proses perawatan tambak lebih mudah. Walaupun saat ini berfokus pada tambak udang, beliau juga bisa memastikan bahwa Geomembrane KTG juga cocok untuk usaha tambak garam karena kualitasnya yang sudah terbukti. Selain Djunaedi, Petambak lain yang sudah menggunakan Geomembrane KTG adalah Chudori. Tambak beliau yang berlokasi di Desa Kepel, Kota Pasuruan sudah menggunakan Geomembrane KTG selama 3 tahun. Karena terbuat dari biji plastik murni, membuat Geomembrane KTG di tambak udang Vanameinya kuat dan tahan lama sehingga mempermudah dan mengurangi biaya perawatan tambak udang Vanamei miliknya.

Berita

Terbaru

News

INDOWATER, INDOWASTE DAN INDOENERGY EXPO 2018

  • 6 Juli 2018

INDOWATER, INDOWASTE DAN INDORENERGY EXPO 2018

Pameran industri dan teknologi berskala ...

Baca Selengkapnya
News

Wajib Pakai Mulsa Jika Ingin Untung, Kok Bisa?

  • 23 Juli 2019

Malang – Sudah kita kenal sejak lama, bahwa Indonesia memiliki julukan sebagai negara agraris. Julukan ...

Baca Selengkapnya
News

Air Bersih Untuk Indonesia

  • 26 Juli 2018

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup. ...

Baca Selengkapnya

Komentar

Berita