News Details
  • 5 April 2019

Bangunan Prisma, Harapan Petani Rumput Laut atasi Musim Hujan

Pasuruan - Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki teritori laut yang cukup luas. Sebesar 2/3 wilayah di Indonesia merupakan laut, itu membuat sumbangan hasil laut di Indonesia melimpah. Dari sekian banyak komoditi hasil laut, salah satu yang menjadi unggulan di Indonesia adalah rumput laut. Pasuruan menjadi satu dari banyak daerah di Indonesia yang menjadi pemasok rumput laut baik untuk keperluan dalam negeri ataupun untuk keperluan ekspor.

  Walaupun Indonesia menjadi negara net eksportir nomor satu dunia untuk komoditas rumput laut, tetapi masih banyak masalah yang dihadapi oleh para petani, salah satunya adalah disaat musim penghujan datang. Masih banyaknya petani yang menggunakan metode pertanian rumput laut konvensional, membuat para petani mengalami kesusahan saat musim penghujan tiba. Selain proses pengeringan yang terhambat karena kurangnya panas dari sinar matahari, ekstra tenaga yang dikeluarkan untuk mengangkat-jemur rumput laut yang cukup membuat repot petani apabila hujan datang dengan tiba tiba.

  PT Kencana Tiara Gemilang (KTG) bekerja sama dengan PT Kappa Carrageenan Nusantara berusaha untuk membuat inovasi yang meringankan kerja petani dalam proses pengeringan rumput laut. Berawal dari referensi prisma garam yang memiliki fungsi untuk membantu proses evaporasi air laut dimusim hujan menjadi garam, KTG dan PT Kappa Carrageenan melihat peluang inovasi untuk tujuan yang sama antara garam dan rumput laut, yaitu evaporasi atau penguapan air. Dari referensi tersebut, dibuatlah uji coba pembuatan prisma untuk evaporasi kadar air dalam rumput laut yang menggunakan plastik UV sebagai penutup atas dan Geomembrane sebagai alas prisma produksi KTG, dan dari uji coba tersebut diharapkan dapat membantu petani rumput laut pada saat musim penghujan.

  Jika uji coba ini berhasil maka prisma ini akan banyak membantu para petani rumput laut. Pertama adalah petani tidak perlu repot untuk memindahkan rumput laut yang sedang dijemur. Rumput laut yang sudah tersimpan di dalam prisma akan terlindungi dari hujan yang datang tiba tiba, hal tersebut akan banyak membantu petani dalam efisiensi tenaga dan waktu pada proses evaporasi kadar air dalam rumput laut. Kedua, prisma tersebut dapat mengurung suhu. Saat hujan tiba dan para petani menggunakan cara konvensional, mereka tidak dapat mengeringkan rumput laut karena kurangnya suhu dari cahaya matahari. Berbeda saat menggunakan prisma, hasil uji coba membuktikan bahwa suhu yang terdapat di dalam prisma masih cukup untuk terjadinya proses evaporasi atau penguapan kadar air dalam rumput laut, sehingga rumput laut masih bisa terus dikeringkan saat hujan, hal tersebut membantu petani agar dalam hal efisiensi waktu saat hujan tiba.

Berita

Terbaru

News

Wajib Pakai Mulsa Jika Ingin Untung, Kok Bisa?

  • 23 Juli 2019

Malang – Sudah kita kenal sejak lama, bahwa Indonesia memiliki julukan sebagai negara agraris. Julukan ...

Baca Selengkapnya
News

Budidaya Ikan Lele Lebih Mudah dengan Metode Red Water System (RWS)

  • 6 September 2019

Malang – Dari sekian banyak metode pembudidayaan ikan lele, Red Water System ( RWS ) menjadi salah ...

Baca Selengkapnya
News

Dukung Gaya Hidup Digital, PT. KTG meluncurkan E-commerce

  • 13 Juli 2018


Seiring berkembangnya teknologi, tren gaya hidup masyarakat urbanpun ikut berubah. ...

Baca Selengkapnya

Komentar

Berita